Rasulullah di Karya Seni Islam

image_gallery

Tak dapat dipungkiri bahwa seni merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Fitrah manusia selalu condong pada keindahan. Jiwa manusia akan tenang ketika menyaksikan karya seni yang ia pandang indah. Karya seni yang dilahirkan pada seniman besar dunia senantiasa menjadi perhatian manusia. Puisi, lukisan, kaligrafi dan berbagai karya lainnya dapat kita temukan sepanjang sejarah.

Puji-pujian terhadap sosok dan pribadi  besar banyak kita temukan di berbagai karya seni para seniman dunia. Para seniman ini memanfaatkan keutamaan pribadi besar ini dan menuangkannya di karya-karya mereka. Jika kita perhatikan karya seni baik puisi maupun lukisan kita akan menemukan pujian mereka terhadap pribadi besar yang dijadikan obyek. Karya-karya seperti ini abadi sepanjang sejarah dan manusia dari generasi  berikutnya dapat menyimak ide-ide para seniman melalui karya mereka ini.

Di sejarah seni Persia khususnya puisi dan syair banyak ditemukan buku-buku kumpulan syair yang dihiasi  dengan nama serta pujian terhadap Rasulullah Saw. Kita juga dapat menyaksikan kecondongan dan kecintaan besar seniman tersebut kepada Rasulullah. Setelah menyebut  nama Allah Swt, mereka kemudian menyebutkan nama Rasulullah dan mulai menceritakan keindahan kehidupan beliau. Namun di sini ada pertanyaan, apakah pujian terhadap Rasul yang sudah ada sejak beliau masih hidup, bagaimana bisa berkembang ke cabang seni lainnya ? Apakah para seniman sengaja membentuk cabang seni tersendiri bagi pribadi agung ini ?

Syiar La ilaha illa Allah merupakan manifestasi tauhid dan pokok pertama ajaran Islam. Adapun syiar Muhammad Rasulullah merefleksikan ajaran serta kenabian beliau. Dua kalimat suci ini menjadi andalan para seniman Islam di berbagai karya mereka baik kaligrafi maupun seni gambar. Sepanjang sejarah para seniman dengan kecintaan besar mereka selain mengekspresikan kecintaan besar mereka ini terhadap Rasul melalui berbagai karyanya juga menjadikannya simbol di karya mereka seperti di seni bangunan, buku dan puisi mereka.

Salah satu contoh karya seni indah yang menggunakan simbol kalimat Muhammad Rasulullah di karya penulisan al-Quran tahun 446 Hijriah (1054 M). Al-quran ini menjadi contoh dari karya tertua penulisan kitab suci ini menggunakan khat Kufi. Di sejumlah lembaran yang terselamatkan dari al-Quran ini adalah ayat terakhir surah al-Fath. Di salah satu lembaran terlihat kaligrafi indah kalimat Muhammad Rasulullah yang ditulis tegak di sisi lembaran dan lukisan bunga. Tujuan dari para seniman menorehkan kalimat Muhammad Rasulullah di samping ayat-ayat suci al-Quran selain menceritakan simbol-simbol indah Nabi juga memberikan keseimbangan di seni kaligrafi untuk menambah keindahan. Satu lagi, hal ini juga berdampak bagi ketenangan jiwa para pembacanya.

Para seniman juga aktif memanfaatkan berbagai moment penting di kehidupan Rasulullah bagi karya mereka. Salah satunya adalah peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi. Peristiwa luar biasa ini menjadi inspirasi bagi para seniman untuk mengabadikan perjalanan suci rasul ini dalam sebuah karya lukis. Contoh pertama dari karya ini adalah sebuah lukisan garapan Rashiduddin Fadlullah Hamedani di bukunya yang berjudul, Jami al-Tawarikh. Di karya ini sosok Rasulullah di peristiwa Isra dan Mi’raj digambarkan sebagai bentuk cahaya. Karya ini pula di kemudian hari menjadi acuan bagi karya lukis serupa.

Karya seni terkait Mi’raj Nabi dipenuhi alam spiritual. Gambar-gambar yang tertuang di karya ini menceritakan alam yang tak terbatas. Karya ini juga dibuat dengan menggunakan warna-warna cemerlang yang membuat jiwa-jiwa seakan terbawa di peristiwa tersebut. Goresan kanfas pelukis dengan gamblang mendiskripsikan peristiwa ini dengan apik. Di seni lukis Iran, peristiwa Mi’raj Nabi digambarkan dengan indah di mana sosok Rasul dikelilingi cahaya menyilaukan dan para malaikat dengan mahkota emas di kepalanya sambil membawa hadiah beterbangan di sekitar beliau. Para malaikat ini digambarkan sangat gembira. Di karya seniman Iran terkait Mi’raj Nabi, babak awal mi’raj diawali dengan Rasul naik kuda dan malaikat Jibril sebagai penunjuk jalan.

Sementara itu, jika kita meneliti lebih lanjut berbagai karya lukis mengenai Rasulullah di Dunia Islam, kita akan mendapatkan berbagai perbedaan terkait gaya lukis dari para seniman serta ekspresi mereka terhadap Rasul. Di karya lukis Mesir, Rasul digambarkan lebih ketat dan wajah beliau dilukis dengan lebih tertutup. Adapun di karya lukis Arab Saudi, beliau digambar dengan lebih abstrak. Karya lukis seperti ini banyak ditemukan di negara-negara Islam khususnya Pakistan, Irak dan Arab Saudi. Setiap karya ini memiliki kelebihan tersendiri. Adapun para seniman Syiah biasanya memberi bingkai warna emas di karya mereka guna menunjukkan para ahlul bait serta pengganti Rasul.

Karya lukis yang menggambarkan Rasulullah biasanya wajah beliau ditutupi dengan kain putih  serta diberi warna putih menyilaukan dengan warna campuran putih dan kuning keemasan. Lukisan perjalanan Mi’raj Nabi diawali dengan menceritakan suasana surga, kemudian neraka. Karya seni ini disusun berdasarkan ayat-ayat suci al-Quran dan hadis Rasul yang menceritakan perjalanan spiritualnya tersebut.

Penggunaan matahari sebagai simbol di karya seniman Iran banyak ditemukan. Simbol ini memiliki arti luas di karya seni Iran salah satunya adalah menujukkan cahaya Ilahi yang menyinari bumi dan seluruh makhluk. Gambar matahari dengan cahayanya yang gemilang banyak ditemukan di karya seni Islam baik di buku, lukisan, halaman pertama kitab suci al-Quran, hiasan di dalam dan luar kubah atau bahkan seni pahat baik kayu maupun logam. Sejumlah seniman selain menjadikan matahari sebagai simbol cahaya petunjuk Ilahi juga menggunakannya sabagai simbol sosok Rasulullah. Di berbagai karyanya mereka menjadikan matahari sebagai simbol pribadi Nabi dan ajarannya yang menjadi rahmat serta petunjuk bagi umat manusia.

Karya tertua lukisan matahari yang dibarengi dengan pengulangan nama Muhammad ditemukan di Iran, tepatnya di provinsi Khorasan. Lukisan yang menjadi hiasan di Masjid Ratu Susan yang dibangun tahun 605 Hijriah (1208 M) dibuat dari kapur dan keramik. Meski sebagian besar bangunan masjid ini telah rusak, namun di bagian luar bangunan masih banyak ditemukan hiasan matahari. Di bagian dalam juga masih ditemukan sebuah prasasti dan nama Muhammad berulang kali ditulis dengan bentuk bintang dan di bagian tengahnya terdapat lafaz Allah Swt.

Serbuan tentara Mongol ke Iran membuat seniman negara ini terpencar ke berbagai wilayah dan negara lain. Kehadiran mereka di berbagai negara Eropa juga mempengaruhi seni di wilayah tersebut. Sehingga gaya seni dengan menggunakan simbol matahari banyak ditemukan di karya mereka di benua Eropa ini. Masjid Malatya di Turki juga terpengaruh oleh seni Iran ini sehingga di bagian dalam kubah masjid ini banyak dihiasi dengan lukisan matahari dengan nama Muhammad yang terukir di sekitarnya.

Pribadi agung Rasul ternyata tidak hanya membuat tertarik seniman kaligrafi dan pelukis. Kini bahkan dunia sinema pun keranjingan untuk mementaskan pribadi Rasul ke layar lebar. Sejarah kehidupan beliau pun diangkat oleh para sutradara ke layar lebar dan umat manusia di seluruh dunia dapat menyaksikan perilaku hidup beliau.

Film The Message (al-Risalah) garapan sutradara Moustapha Akkad yang dirilis tahun 1977 mendapat pujian dari umat Muslim dunia. Moustapha Akkad, sutradara asal Suriah dengan merujuk sejarah berusaha mengangkat sisi kehidupan Rasul sejak diangkat menjadi Nabi hingga wafat. Akkad menyerahkan naskah filmnya ke pakar sejarah dan berusaha mengungkap realitas.

Sebagaimana judulnya film “The Message” menceritakan sejarah perjalanan Muhammad SAW yang secara garis besarnya sbb : Muhammad Saw menerima wahyu di gua Hira dan setelah itu baliau berusaha mengingatkan kaum Quraisy. Namun yang diperoleh Muhammad justru ejekan, hinaan dan terror serta siksaan kepada beberapa pengikut beliau yang jumlahnya baru hanya puluhan.

Terror semakin hari semakin menegangkan sehingga akhirnya Muhammad diperintahkan Allah Swt untuk hijrah ke Madinah. Sesampainya di Madinah beliau disambut oleh masyarakat Madinah dan dibuatkan rumah serta tempat ibadah dan dikenallah saat itu pemanggilan umat melalui azan. Semakin hari umat Islam semakin berkembang di Madinah, namun di sisi lain dikota Mekah justru sebaliknya banyak provokasi dan ejekan serta fitnah dilakukan kaum Quraisy atas diri Muhammad khususnya oleh Abu Sufyan yang sangat membenci Muhammad.

Selanjutnya Allah Swt memerintahkan Muhammad untuk menyerang Mekah (dikenal dengan Perang Badr) supaya tidak terjadi fitnah lagi dengan hasil kemenangan yang gemilang dipihak kaum Muslim. Sebagai tindak balasan kaum Quraisy menyerang kaum Muslim (dikenal dengan Perang Uhud) dengan hasil kemenangan dipihak kaum Quraisy yang saat itu Abu Sufyan menyatakan keadaan sudah 1 : 1 perang Badar sudah dibayar dengan perang Uhud yang kemudian di lanjutkan dengan perjanjian perdamaian. Dalam kondisi perdamaian, ternyata banyak kaum Quraisy yang tergugah dan dibuka pintu hatinya oleh Allah SWT termasuk Abu Sufyan sendiri dan keluarganya masuk Islam.

Akhirnya datanglah waktunya perintah Allah kepada Muhammad untuk kembali ke Mekah untuk melakukan Ibadah Haji sekaligus mengambil alih Ka’bah dan mengembalikannya menjadi Rumah Allah Swt( Baitullah). Dengan di iringi oleh ratusan ribu umat Islam, Muhammad Saw datang ke Mekah dan Ka’bah diambil alih. Semua berhala dikeluarkan, dikumpulkan, dibakar sedang yang terbuat dari emas dikumpulkan untuk dizakatkan kembali kepada rakyat. Inilah awal mulanya ibadah Haji dilakukan oleh kaum Muslimin. Sejak saat itu Islam semakin berkembang dan mendobrak hati setiap manusia dibumi Mekah dan Madinah serta mengubah akhlak dan pola hidup jahiliyah yang mereka anut sebelumnya.(IRIB Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s